
Tujuan: mempelajari kebutuhan protein kasar dari media biakan berbeda terhadap kandungan dan kualitas nutrisi dan mempelajari pengaruh pemberian Ulat Kandang sebagai pengganti tepung ikan dalam ransum broiler. Metode: Kegiatan 1. Penentuan kebutuhan protein media biakan UK. Rancangan percobaan : RAL 6 perlakuan media yaitu 100% K (PK 21,28%), 80% K +20% AT (PK 22,69%), 60% K +40% AT (PK 24,11%), 40% K +60% AT (PK 25,52%), 20% K +80% AT (PK 26,94%), 100% AT (PK 28,36%), dengan 3 kali ulangan. Kegiatan 2: Pemberian UK ke broiler. Rancangan: RAL 4 perlakuan 0%, 2%, 4% dan 6% UK dalam ransum, 5 x ulangan. Hasil: Kegiatan 1: Media biakkan (kandungan protein kasar berbeda) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap PK, Lemak, kitin, RN, kecernaan lemak, konsumsi pakan, PBB dan konversi pakan UJ. Kegiatan 2: pemberian UK sebagai pengganti tepung ikan berpengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap performa, persentase (karkas, lemak abdomen, organ fisiologis tetapi nyata berpengaruh (P<0,05) terhadap kolesterol hati, darah, dan daging broiler. Kesimpulan: Kegiatan 1: media ampas tahu dapat menggantikan media ransum komersil. Kegiatan 2: Ulat Kandang dapat diberikan sampai 6% dalam ransum sebagai pengganti sebagian tepung ikan dapat mempertahankan performa dan karkas broiler.
Tepung ulat kandang dapat digunakan sebagai pakan alternatif sumber protein hewani sampai 6% yang menggantikan sebagian tepung ikan dalam ransum dan dapat mempertahankan performa, karkas, organ imunitas, tanpa menimbulkan gangguan pada fungsi organ fisiologis, serta menurunkan kolesterol darah broiler