Penelitian ini bertujuan mempelajari potensi Pleurotus ostreatus dalam meningkatkan kualitas limbah ubi kayu sebagai pakan fungsional yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesehatan unggas. Metode: Kegiatan 1. Penentuan kondisi fermentasi dengan Pleurotus ostreatus. Rancangan: RAL pola faktorial 3x2. Faktor A, komposisi substrat: 100% KUK+0% AT, 90% KUK +10% AT dan 80% KUK + 20% AT. Faktor B, lama fermentasi dengan Pleurotus ostreatus : 3, 6 dan 9 hari, 3 kali ulangan. Kegiatan 2: Pemberian KUKF ke broiler. Rancangan: RAL 5 perlakuan 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% KUKF dalam ransum, 4 x ulangan. Hasil: Kegiatan 1: Komposisi substrat berpengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap PK, RN, kecernaan serat kasar, antioksidan, dan aktivitas enzim selulosa. Kegiatan 2: Penggunaan level KUKF dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, konversi ransum, trigliserida, dan kolesterol daging paha, sedangkan populasi mikrobiota, total kolesterol, HDL, dan LDL menunjukkan bahwa penggunaan level KUKF dalam ransum berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Kesimpulan: Kegiatan 1: Komposisi KUKF terbaik pada perlakuan 80% KUK + 20% AT fermentasi dengan Pleurotus ostreatus selama 9 hari. Kegiatan 2: KUKF dapat dijadikan pakan fungsional antioksidan untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan unggas sampai level 20% dalam ransum.
Produk fermentasi kulit ubi kayu dan ampas tahu dapat dijadikan pakan alternatif sampai 20% yang mengurangi penggunaan pakan konvensional yang mahal yaitu mengurangi jagung sebesar 14,8% dan mengurangi penggunaan bungkil kedelai sebesar 5%, masih berpengaruh baik terhadap performa, karkas, meningkatkan morfologi usus, populasi bakteri asam laktat dan dapat menurunkan kolesterol darah dan populasi bakteri patogen broiler, sehingga berpengaruh baik terhadap kesehatan unggas.