
Hasil penelitian menunjukan bahwa postbiotik (SCFA) yang dihasilkan oleh BAL dan yeast dengan perbandingan 1:1 dengan dosis inokulum 4%. Perlu dioptimasi dengan berbagai sumber C, sumber N dan lama fermentasi. Metode optimasi produksi postbiotik dilakukan dengan menggunakan 3 konsentrasi sumber karbon, yaitu glukosa (C1: 0,1 g/L; C2: 0,2 g/L; 0,3 g/L), sumber nitrogen, 3 yaitu ekstrak ragi (N1: 5 g/L; N2: 10 g/L; 15 g/L) dan waktu fermentasi (T1: 24 jam; T2: 48 jam 37 dan T3: 72 jam). Hasil RSM menunjukan plot permukaan respons tiga dimensi gradien warna yang berbeda, yang mengindikasikan perbedaan produktivitas SCFA. Produksi asam propionat, asam butirat, asam isobutirat, dan asam valerat tertinggi ditandai dengan area merah, pada konsentrasi karbon 0,1 g/L; konsentrasi nitrogen 15 g/L; dan waktu inkubasi 72 jam, dan untuk asam asetat pada konsentrasi karbon 0,2 g/L; konsentrasi nitrogen 10 g/L; dan waktu inkubasi 48 jam. Grafik tersebut menggambarkan beberapa wilayah berbeda yang diwakili oleh warna yang berbeda. Produktivitas SCFA yang lebih rendah ditunjukkan oleh wilayah biru, sedangkan produktivitas yang lebih tinggi diwakili oleh wilayah merah.
Postbiotik yang dihasilkan merupakan SCFA dapat digunaka sebagai sumber energi bagi ternak ruminansia