
Piperin merupakan senyawa Kelas II berdasarkan Biopharmaceutics Classification System (BCS) yang memiliki kelarutan rendah dalam air namun permeabilitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi piperin melalui adsorpsi kristal multikomponen (MCC) piperin–nikotinamida ke dalam silika mesopori SBA-15. SBA-15 disintesis menggunakan tetraetil ortosilikat (TEOS) sebagai prekursor silika dan Pluronic P123 sebagai templat pembentuk pori. Adsorpsi MCC dilakukan dengan metode penguapan pelarut pada perbandingan massa MCC:SBA-15 sebesar 1:1. Karakterisasi padatan dilakukan menggunakan isoterm adsorpsi–desorpsi nitrogen, difraksi sinar-X serbuk (XRPD), kalorimetri pemindaian diferensial (DSC), spektroskopi FT-IR, dan mikroskop elektron pemindai (SEM). Uji kelarutan dilakukan selama 24 jam, sedangkan profil disolusi ditentukan selama 60 menit dalam air suling. Penetapan kadar piperin dilakukan menggunakan KCKT/HPLC. Stabilitas fisik MCC:SBA-15 dievaluasi pada kondisi kelembaban relatif tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MCC berhasil teradsorpsi ke dalam SBA-15, ditandai dengan penurunan luas permukaan, volume pori, dan intensitas puncak difraksi. Kelarutan dan laju disolusi piperin meningkat masing-masing sebesar 2,47 dan 3,07 kali, serta menunjukkan stabilitas yang baik pada RH 75% dan 85% pada suhu 40°C.
Penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem penghantaran obat untuk senyawa dengan kelarutan rendah seperti piperin. Peningkatan kelarutan dan laju disolusi melalui adsorpsi kristal multikomponen piperin–nikotinamida pada silika mesopori SBA-15 dapat meningkatkan kinerja biofarmasetika piperin, sehingga membuka peluang penggunaannya dalam formulasi farmasi yang lebih efektif.