
Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah dari pabrik pengolahan kelapa sawit. TKKS mengandung selulosa yang tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku dalam pembuatan bioetanol. Selulosa terikat kuat dengan lignin, untuk itu perlu dilakukan proses pemisahan. Delignifikasi mampu mendegradasi lignin, namun masih menyisakan lignin. Oleh karena itu perlu dilakukan proses bleaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi alkali peroksida dan suhu proses bleaching terhadap karakteristik selulosa yang dihasilkan dan memperoleh kondisi optimum proses bleaching pulp TKKS dengan variasi konsentrasi alkali peroksida dan suhu bleaching. Penelitian ini menggunakan metode Response Surface Metodholgy (RSM), dengan variabel bebas konsentrasi alkali peroksida dan suhu proses bleaching. Pengamatan yang dilakukan pada penelitian ini meliputi rendemen, kadar selulosa, kadar hemiselulosa, kadar lignin, bilangan kappa dan analisis gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi NaOH 8,602%, H2O2 35%, dengan suhu 82,6390C. Penelitian ini menunjukan proses bleaching dapat mengoptimalkan keberadaan selulosa, meningkatkan derajat putih dan meminimalkan kadar lignin dan bilangan kappa pada serat.
Hasil penelitian ini dapat menjadi dapat rujukan bagi peneliti dan industri dalam melakukan proses bleaching pada kondisi yang optimum.