
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya intensitas penggunaan media sosial pada Generasi Z yang memicu munculnya fenomena Fear of Missing Out (FoMO) serta berpotensi menimbulkan kelelahan media sosial (social media fatigue). Perkembangan teknologi digital menjadikan media sosial sebagai ruang utama interaksi, pembentukan identitas, dan pencarian validasi sosial bagi generasi muda, sehingga paparan informasi yang berlebihan dapat berdampak pada kondisi psikologis mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden Generasi Z di Kota Padang berusia 18–28 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh FoMO terhadap kelelahan media sosial. Temuan utama menunjukkan bahwa tingkat FoMO dan kelelahan media sosial berada pada kategori sedang, dengan dimensi kognitif sebagai aspek paling dominan, diikuti perilaku dan emosional. Analisis regresi memperlihatkan bahwa FoMO berpengaruh signifikan terhadap kelelahan media sosial dengan kontribusi sebesar 34,3%, yang berarti semakin tinggi FoMO, semakin besar kecenderungan individu mengalami kebosanan, stres, dan kelelahan akibat penggunaan media sosial intensif.
Penelitian ini memiliki potensi kebermanfaatan yang penting baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis, temuan mengenai pengaruh signifikan Fear of Missing Out (FoMO) terhadap kelelahan media sosial memperkaya kajian komunikasi digital dan psikologi media, khususnya dalam memahami dinamika interaksi Generasi Z dengan media sosial sebagai ruang pembentukan identitas, relasi sosial, dan validasi diri. Hubungan kausal yang menunjukkan kontribusi FoMO sebesar 34,3% terhadap social media fatigue memberikan dasar empiris bagi pengembangan model konseptual mengenai dampak psikologis penggunaan media sosial intensif. Secara praktis, penelitian ini bermanfaat sebagai landasan penyusunan strategi literasi digital dan pengelolaan penggunaan media sosial yang lebih sehat pada kalangan Generasi Z. Pemahaman bahwa tingkat FoMO dan kelelahan media sosial berada pada kategori sedang namun berpotensi berkembang menjadi masalah psikologis menegaskan pentingnya intervensi preventif melalui edukasi, pengaturan waktu penggunaan media sosial, serta peningkatan kesadaran terhadap dampak psikologis paparan informasi berlebih.