
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan air bersih di Kampus IPDN Sumatera Barat pada tahun 2025 mencapai 92.150 liter per hari, sedangkan ketersediaan air dari sistem yang ada sebesar 5,03 liter per detik, atau setara dengan 359% dari kebutuhan harian. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan air bersih secara kuantitatif sangat mencukupi untuk seluruh aktivitas kampus. Sistem infrastruktur distribusi air telah dirancang dengan cukup baik, mulai dari pengambilan air tanah, penyimpanan di bak reservoir, hingga pendistribusian ke tiap-tiap gedung. Namun demikian, hasil pengamatan dan uji laboratorium menunjukkan masih adanya permasalahan kualitas air di beberapa titik distribusi, terutama terkait tingkat kekeruhan dan kontaminasi mikrobiologis seperti Total Coliform yang melebihi ambang batas di area masjid, serta kekeruhan tinggi di asrama praja. Kelebihan penelitian ini adalah penggunaan pendekatan terukur berbasis standar nasional (SNI 03-7065-2005) serta data sensus aktual pengguna air. Adapun kekurangannya adalah terbatasnya data historis debit air, belum optimalnya pengolahan kualitas air di titik distribusi akhir, serta belum dimanfaatkannya sumber alternatif seperti air hujan.
Dukungan master plan air baku Kampus IPDN di Baso