
: Kabupaten Tanah Datar, yang terletak di Provinsi Sumatera Barat, merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana alam, khususnya erupsi Gunung Marapi dan banjir bandang. Pada 11 Mei 2024, hujan lebat yang disertai erupsi Gunung Marapi yang terkumpul menyebabkan banjir lahar dingin yang melanda perkampungan warga di Kabupaten Tanah Datar dan Agam. Peristiwa ini mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan pada ratusan rumah. Sektor pertanian, yang menjadi sumber utama pendapatan masyarakat, mengalami kerugian signifikan akibat bencana ini. Selain berdampak pada produksi pertanian, bencana tersebut juga berpengaruh terhadap ketahanan pangan masyarakat, terutama dalam aspek ketersediaan, aksesibilitas, dan stabilitas pangan di daerah terdampak. Namun, penelitian yang mendalam mengenai dampak bencana terhadap produksi pertanian, lahan pertanian, dan ketahanan pangan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk memahami bagaimana bencana alam mempengaruhi kondisi ekonomi petani serta ketahanan pangan mereka, dan untuk merumuskan langkah-langkah pemulihan yang efektif. Menganalisis dampak erupsi dan banjir bandang terhadap produksi pertanian, petani dan lahan pertaniannya serta ketahanan pangan rumah tangga petani, dan memberikan rekomendasi kebijakan yang relevan untuk pemulihan ekonomi pasca bencana.
Menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi petani dan meningkatkan ketahanan pangan mereka terhadap bencana di masa depan