
Nanoemulsi merupakan sistem penghantaran obat yang efektif untuk meningkatkan penetrasi zat aktif. Xanthorrhizol (XNT) memiliki potensi sebagai agen anti-aging dengan aktivitas kolagenesis dan menghambat photo-aging. Namun, dikarenakan sifatnya yang lipofilik menjadikan penetrasi xanthorrhizol terbatas sehingga membatasi efektivitasnya dalam mencapai lapisan korneum kulit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formulasi nanoemulsi xanthorrhizol menggunakan pendekatan statistik Design of Experiment (DoE) dengan metode Box-Behnken Design (BBD) pada aplikasi Design Expert. Faktor yang dikaji dalam optimasi meliputi jumlah Smix (Tween 80 dan PEG 400) dengan rentang 45-60%, waktu pengadukan 15-60 menit, dan kecepatan pengadukan 250-1500 RPM. Parameter utama yang diamati adalah persen transmitan dan pH. Berdasarkan hasil optimasi diperoleh formula basis dengan jumlah Smix 60%, kecepatan pengadukan 875 RPM dan waktu pengadukan 15 menit memberikan respon persen transmittan 98,4% dan pH 7,05. Hasil pembuatan formula nanoemulsi xanthorrhizol didapatkan karakteristik yaitu berwarna kuning dengan bau khas xanthorrhizol, memiliki ukuran globul 13,76 ± 0,2 nm, indeks polidispersitas 0,059 ± 0,000 , zeta potensial -48,03 ± 1,423 mV, transmittan 95,5 ± 0,31 %, pH 7,12 ± 0,01, tipe nanoemulsi m/a, stabil setelah diuji kestabilannya dengan uji freeze thaw cycle dan uji sentrifugasi, dan efisiensi penjerapan 58,6%. Penelitian ini membuktikan bahwa metode BBD dapat digunakan untuk mengoptimalkan formula nanoemulsi xanthorrhizol dengan karakteristik dan stabilitas yang memenuhi persyaratan.
Hasil penelitian ini dapat dikembangkan menjadi sediaan antiaging dengan bahan baku dari alam.