%20(1)1771553404.png&w=1080&q=75)
Infeksi virus dengue (DENV) memicu kondisi klinis yang serius, ditandai dengan trombositopenia berat dan disregulasi imun yang sering kali berujung pada badai sitokin. Dalam upaya mencari solusi alternatif, tanaman Costus speciosus (J.Koen.) Sm., atau yang dikenal sebagai sitawa di Sumatera Barat, menjadi fokus penelitian karena kandungan senyawa bioaktifnya seperti diosgenin, kuersetin, dan asam galat. Meskipun memiliki sifat antioksidan dan antipiretik, laporan mengenai efektivitasnya sebagai imunomodulator terhadap penyakit dengue masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas ekstrak daun Costus speciosus dalam memodulasi sekresi sitokin pro-inflamasi (TNF-alpha) dan antivirus (IFN-alpha) pada model mencit yang diinduksi antigen vaksin dengue. Hasil studi menunjukkan bahwa ekstrak terstandardisasi ini memiliki aktivitas imunomodulator yang kuat, didukung oleh profil fitokimia yang kaya. Pemberian ekstrak pada dosis 500 mg/kg BB terbukti paling efektif dalam meningkatkan jumlah trombosit dan menormalkan nilai hematokrit. Perbaikan klinis ini didorong oleh kemampuan ekstrak dalam meningkatkan kadar IFN-alpha sekaligus menurunkan TNF-alpha, yang mengindikasikan potensi antiinflamasi dan imunostimulan. Dengan demikian, Costus speciosus memiliki potensi besar sebagai agen terapi pendamping dalam pengobatan dengue melalui mekanisme perlindungan vaskular dan regulasi sistem imun sistemik.
Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan terapi suportif demam berdarah melalui pemanfaatan kekayaan alam lokal Sumatera Barat, yaitu tanaman Sitawa (Costus speciosus). Secara klinis, temuan ini menawarkan solusi potensial untuk mengatasi trombositopenia dan mencegah risiko syok akibat kebocoran plasma dengan menstabilkan kadar hematokrit serta meregulasi badai sitokin