
Perusahaan tidak hanya dituntut untuk meningkatkan produktivitas karyawan tetapi juga untuk memastikan kesejahteraan mereka. Sistem kerja berfokus pada kinerja tinggi (HPWS), penerapannya sering dikaitkan dengan tekanan kerja yang berlebihan, berdampak negatif pada kesejahteraan mental karyawan. Urgensi penelitian ini mengembangkan Sistem Kerja Berkinerja Tinggi yang Berorientasi pada Kesejahteraan (HWBPWS). Studi ini bertujuan untuk mengadaptasi dan memvalidasi skala HWBPWS untuk tenaga kerja Indonesia mengikuti pedoman Komisi Uji Internasional (ITC), termasuk penerjemahan, tinjauan ahli, dan uji keterbacaan. Model pengukuran diuji menggunakan PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS 4. Evaluasi model pengukuran meliputi pengujian validitas konvergen, reliabilitas internal, dan validitas diskriminan. Data dikumpulkan dari 123 karyawan di berbagai industri dan dianalisis menggunakan konfirmatori faktor. Analisis CFA menunjukkan bahwa semua item dalam konstruk final memiliki nilai outer loading di atas 0,70. Selain itu, nilai Cronbach's Alpha untuk semua konstruk berada di atas 0,70, dan nilai AVE melebihi 0,50. Dengan demikian, konstruk HWBPWS dinyatakan valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HWBPWS versi Indonesia mempertahankan 40 item fit di 10 dimensi, dengan tiga dimensi dihilangkan karena reliabilitasnya rendah. Temuan ini menyediakan alat berbasis bukti untuk menilai praktik SDM yang secara bersamaan meningkatkan kinerja dan kesejahteraan karyawan, dengan implikasi penting bagi penelitian dan praktik manajemen SDM di Indonesia, sejalan dengan tujuan SDG 3 dan 8.
Penelitian ini menyediakan instrumen valid untuk menilai praktik SDM yang mengintegrasikan kesejahteraan dan kinerja, mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, pengembangan kebijakan ketenagakerjaan, serta perancangan intervensi organisasi dan inovasi digital guna meningkatkan kesehatan mental dan produktivitas kerja di Indonesia.