
Penelitian observasional retrospektif dilakukan di RSUD Dr. M. Djamil Padang dengan pendekatan cross-sectional. Partisipan yang diikutsertakan dalam penelitian ini adalah seluruh Pasien Diabetes dengan Ketoasidosis Diabetik yang dirawat inap dari tahun 2019 hingga 2023. Metode yang digunakan adalah total sampling, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode univariat dan bivariat dan juga, analisis multivariat digunakan untuk mengidentifikasi faktor pengganggu. Persetujuan etik untuk penelitian ini diperoleh dari Komite Etik Penelitian Kesehatan, RSUD Dr. M. Djamil Padang, (No: DP.04.03/D.XVI.XI/118/2024). Hasil: 35 pasien ketoasidosis diabetik tipe 1 diikutsertakan dalam penelitian ini. Semua pasien diobati dengan terapi insulin analog, khususnya kombinasi Levemir dan Novorapid. Kelompok sosiodemografi yang dominan terdiri dari remaja berusia 10–18 tahun (62,8%), dengan usia rata-rata 12,4 tahun. Mayoritas pasien adalah perempuan (54,2%) dan memiliki tingkat pendidikan dasar (80%). Namun, temuan tersebut mengungkapkan bahwa 25 dari 35 pasien (71,42%) mencapai kadar keton normal setelah menerima terapi insulin analog, sementara 10 pasien (28,57%) tidak menormalkan kadar keton mereka. 85,7% pasien memiliki penyakit penyerta yang mayoritas adalah Infeksi Saluran Kemih dan Bronkopneumonia. Usia mempunyai pengaruh parsial terhadap normalisasi kadar keton darah pada pasien ketoasidosis diabetik, sedangkan tingkat pendidikan, jenis kelamin dan penyakit penyerta tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan protokol pencegahan ketoasidosis di RSUP Dr. M. Djamil Padang