
Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem informasi pengelolaan inventaris laboratorium berbasis web yang dinamakan SILAB (Sistem Informasi Laboratorium) untuk mendukung pengelolaan peralatan dan aktivitas peminjaman di lingkungan laboratorium. Sistem dikembangkan menggunakan framework CodeIgniter dengan penerapan arsitektur Model–View–Controller (MVC) yang memungkinkan pemisahan logika aplikasi, tampilan, dan pengelolaan data sehingga sistem menjadi lebih terstruktur, mudah dikembangkan, serta lebih mudah dipelihara. Hasil implementasi menunjukkan bahwa SILAB mampu mengintegrasikan beberapa fungsi utama pengelolaan laboratorium, yaitu manajemen inventaris alat, pencatatan peminjaman, proses pengembalian, serta pemantauan status peralatan secara terpusat. Melalui sistem ini, proses pencatatan yang sebelumnya dilakukan secara manual dapat digantikan dengan pengelolaan data secara digital sehingga mengurangi potensi kesalahan pencatatan, kehilangan data, serta ketidaksesuaian informasi inventaris. Selain itu, sistem juga menyediakan mekanisme autentikasi pengguna dan pembagian hak akses antara mahasiswa dan laboran sehingga setiap pengguna hanya dapat mengakses fitur yang sesuai dengan perannya. Implementasi SILAB terbukti mampu meningkatkan efisiensi administrasi laboratorium, mempercepat proses pencarian data inventaris, serta mendukung pengelolaan peralatan laboratorium secara lebih sistematis, transparan, dan terintegrasi.
Penelitian ini memiliki potensi manfaat yang signifikan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan inventaris dan administrasi laboratorium melalui penerapan sistem informasi berbasis web. Implementasi SILAB (Sistem Informasi Laboratorium) memungkinkan proses pencatatan inventaris, peminjaman, dan pengembalian peralatan dilakukan secara terintegrasi dan terdokumentasi dengan baik. Hal ini tidak hanya membantu meningkatkan akurasi data serta meminimalkan kesalahan pencatatan, tetapi juga mendukung transparansi dan kemudahan dalam proses pemantauan penggunaan peralatan laboratorium. Selain itu, sistem ini berpotensi menjadi model pengelolaan laboratorium digital yang dapat diadaptasi oleh berbagai institusi pendidikan lainnya, khususnya pada lingkungan perguruan tinggi yang memiliki kebutuhan pengelolaan peralatan praktikum yang kompleks. Dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian ini memberikan kontribusi pada penerapan teknologi informasi dalam manajemen laboratorium serta implementasi arsitektur Model–View–Controller (MVC) pada sistem administrasi berbasis web. Ke depan, sistem ini juga membuka peluang pengembangan lanjutan, seperti integrasi dengan teknologi QR Code, RFID, maupun sistem monitoring inventaris secara otomatis, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan aset laboratorium secara lebih modern dan berkelanjutan.