17749611121775032221.jpg&w=1080&q=75)
Urgensi. Sumatera Barat, dengan topografi berbukit dan curah hujan tinggi, rentan terhadap gerakan tanah longsor yang dapat menimbulkan berbagai dampak geologi dan sosial ekonomi. Kelongsoran dipicu oleh faktor alam seperti gempa bumi dan hujan, serta aktivitas manusia seperti deforestasi dan pembangunan infrastruktur yang tidak memperhitungkan kondisi geologi setempat. Gempa bumi juga memperburuk kondisi, mengingat Sumatera Barat terletak di jalur gempa aktif. Selain itu, struktur tanah yang tidak stabil memperbesar risiko terjadinya tanah longsor, terutama di daerah perbukitan. Dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan sangat signifikan. Kerusakan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan bangunan menyebabkan gangguan aksesibilitas dan aktivitas ekonomi. Permukiman penduduk yang terkena dampak gerakan tanah juga mengalami kerugian material dan kehilangan tempat tinggal, yang berdampak pada kesejahteraan dan keamanan warga. Di sektor pertanian, kerusakan lahan pertanian akibat gerakan tanah berdampak pada produksi pangan dan pendapatan petani. Metode. Pengumpulan data secara teknik dan non teknik dengan menggunakan data sekunder sistematik literatur review media koran selama 10 tahun terakhir, data dari OPD terkait seperti DESDM, DSDA-BK, BWSSV, BPJN, BKSDA, BPBD Provinsi. Sedangkan data primer diperoleh melalui observasi lapangan, lingkungan dan masyarakat terdampak longsoran. Teknik pemodelan dilakukan untuk mendapatkan model mitigasi bahaya gerakan tanah longsor yang paling cocok diterapkan berdasarkan kondisi lingkungan.
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat umum. Secara khusus, penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penyusunan kebijakan yang lebih efektif dalam upaya mitigasi gerakan tanah longsor tebing sungai dan tebing jalan, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya langkah-langkah pencegahan.