1775110117.jpeg&w=1080&q=75)
Penelitian kolaboratif ini bertujuan mengembangkan formulasi ransum ruminansia berbasis feed aditif yang mengandung senyawa bioaktif untuk menurunkan emisi metana sekaligus meningkatkan kandungan asam lemak bermanfaat, khususnya conjugated linoleic acid (CLA) dan polyunsaturated fatty acids (PUFA) pada daging dan susu. Pengurangan metana penting dilakukan karena gas tersebut merupakan energi hilang yang berdampak pada rendahnya produktivitas ternak, sementara peningkatan CLA dan PUFA dibutuhkan karena memiliki efek antikarsinogenik, antidiabetogenik, dan mendukung fungsi imun. Tahun pertama difokuskan pada uji in vitro untuk memilih formula terbaik, sedangkan tahun kedua akan dilanjutkan dengan uji in vivo pada sapi pesisir, sapi perah, kambing perah, dan domba. Target akhir penelitian adalah menghasilkan feed aditif yang efektif menurunkan metana serta meningkatkan kualitas asam lemak produk ternak, Hasil penelitian di Unand menunjukkan bahwa kombinasi 6% daun sirih merah (Piper ornatum) dan 4,5% minyak ikan lemuru merupakan formula paling efektif berdasarkan uji in vitro. Kombinasi ini mampu menurunkan produksi metana dan gas total, meningkatkan total , NH₃, sintesis protein mikroba, serta kecernaan bahan kering, bahan organik, dan fraksi serat. Selain itu, kombinasi ini juga menekan populasi protozoa secara signifikan, sehingga dinilai memiliki potensi ganda dalam peningkatan efisiensi pakan dan mitigasi emisi metana enterik
Penelitian ini bermanfaat untuk peningkatan produktivitas ternak ruminansia dimana berfungsi meningkatkan efisiensi penggunaan energi sehingga tidak terbuang banyak sebagai metan