
Penyakit tanaman yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum merupakan salah satu kendala utama dalam produksi tanaman karena berkontribusi terhadap penurunan hasil yang signifikan, sementara penggunaan fungisida kimia secara berkelanjutan berpotensi menimbulkan resistensi patogen, pencemaran lingkungan, serta dampak negatif terhadap organisme non-target. Oleh karena itu, eksplorasi jamur endofit dari tanaman gambir (Uncaria gambier) menjadi alternatif yang prospektif sebagai agen pengendali hayati yang ramah lingkungan. Penelitian ini berhasil mengisolasi 14 jamur endofit dari jaringan daun gambir yang berasal dari Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, di mana sembilan isolat di antaranya tergolong non-patogen. Isolat-isolat tersebut selanjutnya diuji aktivitas antagonistiknya terhadap F. oxysporum menggunakan metode kultur ganda. Dua isolat dengan daya hambat tertinggi, yaitu DL22 dan DP12, kemudian dipilih untuk pengujian lanjutan melalui ekstrak metabolit sekunder. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak metabolit dari kedua isolat tersebut memiliki aktivitas antifungal yang signifikan, dengan kemampuan menekan tingkat infeksi patogen sebesar 32–34% pada konsentrasi 25%. Di antara seluruh isolat yang diuji, DL22 menunjukkan aktivitas antagonistik paling dominan dalam menghambat pertumbuhan F. oxysporum. Temuan ini mengindikasikan bahwa jamur endofit yang berasosiasi dengan gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber agen pengendali hayati berbasis metabolit sekunder yang efektif dan berkelanjutan.
Penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi penting dalam pengembangan ilmu fitopatologi melalui pemanfaatan jamur endofit dari gambir (Uncaria gambier) sebagai sumber metabolit antifungal. Secara aplikatif, hasilnya dapat dikembangkan menjadi agen pengendali hayati yang ramah lingkungan sebagai alternatif fungisida kimia dalam mengendalikan Fusarium oxysporum. Selain mendukung pertanian berkelanjutan, temuan ini juga membuka peluang pengembangan biofungisida serta kolaborasi riset dan industri di bidang agrobioteknologi.