
Penelitian ini berhasil mengoptimasi kondisi ekstraksi antioksidan dari rimpang kunyit putih menggunakan pendekatan kombinasi OFAT dan Response Surface Methodology (RSM). Hasil menunjukkan bahwa suhu merupakan faktor paling signifikan dalam meningkatkan kapasitas antioksidan, dibandingkan waktu ekstraksi dan rasio sampel terhadap pelarut yang cenderung tidak signifikan secara linear. Kondisi optimum yang diperoleh melalui RSM adalah suhu 84 °C, waktu 51 menit, dan rasio 1:25 g/mL, dengan kapasitas antioksidan sebesar 1,3963 mg AAE/g FW. Nilai ini sangat dekat dengan prediksi model (1,3450 mg AAE/g FW) dengan deviasi kecil sebesar 3,82%, menunjukkan akurasi dan reliabilitas model yang tinggi. Selain itu, ditemukan bahwa peningkatan suhu, waktu, dan rasio hanya efektif hingga titik tertentu, setelah itu justru menurunkan kapasitas antioksidan akibat degradasi senyawa bioaktif dan efek pengenceran. Model RSM yang dihasilkan memiliki koefisien determinasi tinggi (R² = 0,9685), menandakan kemampuan prediksi yang sangat baik. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa RSM lebih efisien dibanding OFAT dalam optimasi ekstraksi, serta menegaskan potensi kunyit putih sebagai sumber antioksidan alami yang menjanjikan untuk aplikasi farmasi.
Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk optimasi ekstraksi antioksidan kunyit putih menggunakan metode ramah lingkungan berbasis air, serta membuktikan keunggulan RSM. Hasilnya berpotensi diaplikasikan dalam pengembangan produk farmasi, pangan fungsional, dan meningkatkan pemanfaatan tanaman herbal lokal secara efisien dan berkelanjutan.