1777910205.png&w=1080&q=75)
Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi partikulat pada sektor industri dan transportasi memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan ukuran partikel, jarak dari sumber emisi, dan distribusi spasial wilayah pengamatan. Pada sektor industri, konsentrasi TSP, PM10, PM2.5, PM1, dan PM0.5 cenderung lebih tinggi pada lokasi yang paling dekat dengan sumber emisi, khususnya pada titik 0 km, kemudian mengalami penurunan seiring bertambahnya jarak pengukuran hingga 1,5 km. Pola ini mengindikasikan bahwa kedekatan terhadap sumber industri berperan penting terhadap tingkat paparan partikulat. Sementara itu, pada sektor transportasi di 11 kecamatan Kota Padang, konsentrasi partikulat menunjukkan variasi spasial yang mencerminkan perbedaan intensitas aktivitas lalu lintas, kondisi lingkungan setempat, serta pengaruh faktor meteorologi. Secara komparatif, sektor industri menunjukkan kontribusi yang lebih dominan terhadap konsentrasi partikulat pada area dekat sumber, sedangkan sektor transportasi memperlihatkan pola sebaran yang lebih luas di wilayah perkotaan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa strategi pengendalian pencemaran udara perlu disusun secara spesifik berdasarkan jenis sumber emisi, fraksi ukuran partikulat, jarak paparan, dan kondisi meteorologi yang memengaruhi transport serta dispersi polutan di atmosfer.
Penelitian ini bisa menambah pengetahuan terhadap perbedaan fraksi partikulat antara emisi sumber transportasi dan industri.