
Minyak jelantah memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia. Pemanfaatannya dapat dimaksimalkan dengan mensintesisnya menjadi monogliserida. Monogliserida diperoleh melalui reaksi gliserolisis, namun reaksi gliserolisis berlangsung pada suhu tinggi. Penggunaan suhu tinggi menimbulkan bau dan warna yang gelap serta mempengaruhi karakteristik monogliserida yang dihasilkan. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan enzim lipase. Tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan konsentrasi enzim lipase dan suhu optimal untuk proses gliserolisis dalam pembuatan monogliserida dari minyak bekas. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor A (konsentrasi enzim 6%, 9%, 12%) dan faktor B (suhu reaksi gliserolisis 30°C, 40°C, 50°C) yang diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis varians. Apabila analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji lanjutan dengan Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT) pada level signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penambahan konsentrasi enzim lipase dan suhu reaksi gliserolisis terhadap angka iod dan kadar monogliserida, tetapi tidak berinteraksi terhadap kadar air, angka asam, angka penyabunan, dan HLB monogliserida.
Penelitian ini memiliki potensi kemanfaatan yang besar, baik dari aspek lingkungan, ekonomi, maupun pengembangan teknologi pangan dan industri. Penelitian ini dapat menjadi alternatif pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah berupa monogliserida yang dapat digunakan sebagai emulsifier pada industri pangan, kosmetik, dan farmasi. Selain itu, penggunaan enzim lipase dengan suhu reaksi yang tepat dapat menghasilkan proses yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan dibandingkan metode kimia konvensional. Hasil penelitian ini juga berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah secara sembarangan serta mendukung pengembangan konsep ekonomi sirkular dan biorefinery berbasis limbah.