
Kerbau (Bubalus bubalis) adalah salah satu ternak yang potensial untuk dikembangkan, karena kerbau memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan sapi, yaitu mampu hidup pada kawasan yang relative sulit terutama bila pakan yang tersedia berkualitas rendah. Selain itu, kerbau juga memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk mengatasi tekanan dan perubahan lingkungan yang ekstrem terutama pada daerah dengan iklim tropis. Kerbau mempunyai daya adaptasi yang sangat tinggi, dapat berkembang baik dalam rentang kondisi agroekosistem yang sangat luas mulai dari daerah iklim kering, lahan rawa daerah pegunungan, dan daerah dataran rendah. salah satu kerbau yang berpotensi diternakkan untuk diambil produksi susu dan dagingnya adalah kerbau Murrah, terutama di daerah sumatera barat hal ini berguna juga dalam pelestarian pangan tradisional khas sumatera barat yaitu dadiah, oleh karena itu diperlukan manajamen pakan yang baik demi menunjang peningkatan produktivitasnya dimana dalam penelitian ini didapatkan pemberian pakan berbasis hijauan lokal dan silase (70% pakan hijauan lokal + 30% silase + pakan konsentrat (ampas tahu)) dapat meningkatkan produktivitas kerbau murrah (produksi susu dan kualitas susu)
Pakan dengan konsentrasi: 70% pakan hijauan lokal + 30% silase + pakan konsentrat (ampas tahu) dapat dijadikan pakan alternatif bagi ternak kerbau Murrah di Sumatera Barat dan dapat menekan biaya pakan oleh peternak serta memanfaatkan hijauan lokal yang tersedia banyak di sumatera barat.