
Apotek Iliran Farma menghadapi berbagai permasalahan dalam pengelolaan obat, seperti tidak adanya fitur peringatan stok minimum, kartu stok digital, pelacakan nomor batch, pemantauan tanggal kadaluarsa, serta ketidakmampuan mencatat transaksi multi-satuan dan retur. Akibatnya, sering terjadi kehabisan stok, penumpukan obat kurang laku, serta risiko kerugian akibat kadaluarsa. Penelitian ini bertujuan membangun sistem informasi manajemen dan peramalan penjualan obat menggunakan metode Holt-Winters dengan pendekatan waterfall, bahasa pemrograman JavaScript (Express.js dan React.js), serta arsitektur terintegrasi. Temuan utama menunjukkan bahwa sistem berhasil diimplementasikan dengan seluruh fitur (pengelolaan produk, pembelian, penjualan, retur, pemusnahan stok, serta peramalan) dinyatakan “Sesuai” dalam pengujian black box. Simulasi proses bisnis menunjukkan peningkatan signifikan: pengelolaan inventori menjadi 80,7% lebih cepat, pengelolaan obat kadaluarsa 91,8% lebih cepat, dan total waktu sibuk lebih efisien hingga 86,2%. Evaluasi akurasi peramalan Holt-Winters menghasilkan MAPE agregat sebesar 18,81%, yang tergolong baik untuk kebutuhan praktis pengelolaan stok obat. Luaran artikel ilmiah saat ini dalam tahap review di Jurnal JUSTIN. Sistem ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional dan akurasi pengadaan obat secara ilmiah dan sistematis.
1. Pencegahan kehabisan stok – Fitur peringatan stok minimum berbasis hasil peramalan membantu apotek mengetahui kapan harus memesan ulang, sehingga obat yang dibutuhkan pelanggan selalu tersedia. 2. Pengurangan kerugian akibat kadaluarsa – Pemantauan tanggal kadaluarsa secara sistematis mencegah penumpukan obat yang kedaluwarsa sebelum sempat terjual. 3. Penelusuran obat bermasalah lebih cepat – Pelacakan nomor batch memudahkan proses penarikan produk ketika ada instruksi dari distributor atau BPOM. 4. Akurasi transaksi multi-satuan – Sistem mendukung penjualan dalam berbagai satuan (strip, box, tablet) dengan harga berbeda, sehingga data penjualan dan keuangan lebih akurat. 5. Dokumentasi retur yang sistematis – Pencatatan retur pembelian dan penjualan secara formal memudahkan audit dan pengendalian stok. 6. Efisiensi waktu operasional – Berdasarkan simulasi BPMN, proses pengelolaan inventori menjadi 80,7% lebih cepat dan pengelolaan obat kadaluarsa 91,8% lebih cepat. 7. Perencanaan pengadaan berbasis data – Metode Holt-Winters (MAPE 18,81%) membantu apotek memperkirakan kebutuhan stok secara ilmiah, tidak lagi mengandalkan estimasi manual. 8. Peningkatan kualitas pelayanan – Dengan stok yang tersedia dan proses yang cepat, pelanggan mendapatkan pelayanan kefarmasian yang lebih baik dan tepat waktu. 9. Replikasi ke apotek lain – Sistem dapat diadopsi oleh apotek lain dengan penyesuaian minimal karena bersifat web-based dan modular. 10. Potensi pengembangan lanjutan – Siap dikembangkan ke cloud (multi-apotek), mobile, serta integrasi machine learning untuk prediksi yang lebih adaptif.