
Massoia (Cryptocarya massoy) merupakan tanaman endemik Papua yang menghasilkan minyak atsiri dengan kandungan utama massoia lactone, senyawa yang banyak dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, dan pangan. Tingginya permintaan pasar telah mendorong eksploitasi berlebihan sehingga mengancam keberadaan massoia di habitat alaminya. Salah satu alternatif untuk menghasilkan bahan baku massoia lactone secara berkelanjutan adalah melalui kultur akar adventif secara in vitro. Keberhasilan teknik ini sangat dipengaruhi oleh efektivitas sterilisasi eksplan dan penggunaan zat pengatur tumbuh yang sesuai. Penelitian ini bertujuan memperoleh metode sterilisasi eksplan yang optimal untuk kultur in vitro massoia menggunakan eksplan daun dan nodus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi durasi perendaman dalam PPM™ dan konsentrasi PPM™ pada media MS berpengaruh nyata terhadap tingkat kontaminasi, kelangsungan hidup, penguningan, serta respons regenerasi eksplan. Eksplan nodus menunjukkan respons yang lebih baik dibandingkan eksplan daun. Perlakuan A3B3 menghasilkan tingkat kontaminasi terendah (10%) dan kelangsungan hidup tertinggi (100%), serta mendukung pembentukan kalus. Kalus yang terbentuk memiliki tekstur padat yang mengindikasikan potensi untuk pengembangan morfogenetik lebih lanjut. Penelitian ini berada pada TKT 2 dan menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah yang telah disubmit ke jurnal Notulae Scientia Biologicae.
Hasil penelitian bermanfaat dalam mendukung upaya konservasi tanaman massoia yang keberadaannya semakin terancam akibat eksploitasi berlebihan dan rendahnya regenerasi alami. Pengembangan teknik kultur jaringan menjadi salah satu strategi yang efektif untuk konservasi dan perbanyakan tanaman ini secara berkelanjutan. Dalam proses mikropropagasi, sterilisasi eksplan merupakan tahap awal yang sangat menentukan keberhasilan kultur karena kontaminasi oleh bakteri dan jamur sering menjadi penyebab utama kegagalan, terutama pada eksplan yang berasal dari lapangan.Temuan penelitian ini memberikan informasi mengenai metode sterilisasi yang efektif untuk menghasilkan eksplan massoia yang aseptik dengan tingkat kelangsungan hidup yang tetap tinggi. Protokol sterilisasi yang diperoleh dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembangan sistem kultur in vitro yang lebih efisien dan dapat diterapkan secara berulang.