
Geo-biomaterial memberikan pengaruh signifikan terhadap muatan permukaan dan komposisi hara serta dapat menurunkan kadar Hg pada tanah bekas tambang emas di Kabupaten Dharmasraya. Sedangkan, aplikasi geo-biomaterial dengan persentase formulasi 25% BS-NaOH + 75% B-LKM dengan takaran 40 t ha-1 dapat memberikan peningkatan terhadap muatan permukaan tanah (pH H2O, DHL, komposisi BO dan KTK) dan komposisi hara (C organik, N total, P tersedia, kation basa (K, Ca, Mg dan Na-dd) dan S tersedia serta dapat menurunkan kadar Hg sebesar 4,15 mg kg-1 atau 60,32% tanah bekas tambang emas, dibandingkan dengan kontrol. Aplikasi 25% BS-NaOH + 75% B-LKM dengan takaran 40 t ha-1 juga dapat memberikan peningkatan terhadap tinggi, kadar hara dan penurunan kadar Hg tanaman kipahit (Tithonia diversifolia) di tanah bekas tambang emas, masing – masing sebesar 17,67 cm; 1,68% N; 0,0054% P; 0,04% K dan 0,74 mg kg-1 atau 93,67%, dibandingkan dengan kontrol. Maka, menyarankan untuk perlu dilakukan percobaan aplikasi teknik inaktivasi Hg di lapangan dengan formulasi amelioran 25% batubara sub-bituminus + 75% biochar limbah kelapa muda (25% BS + 75% B-LKM) pada takaran ≥ 40 t ha-1 di tanah bekas tambang emas Kabupaten Dharmasraya terhadap pertumbuhan tanaman kipahit (Tithonia diversifolia) sebagai upaya pemanfaatan kembali menjadi lahan produktif sebagai tourism area
Aplikasi teknik inaktivasi Hg di lapangan dengan formulasi amelioran 25% batubara sub-bituminus + 75% biochar limbah kelapa muda (25% BS + 75% B-LKM) pada takaran ≥ 40 t ha-1 di tanah bekas tambang emas Kabupaten Dharmasraya terhadap pertumbuhan tanaman kipahit (Tithonia diversifolia) sebagai upaya pemanfaatan kembali menjadi lahan produktif sebagai tourism area