
Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan audiovisual berbasis WhatsApp merupakan intervensi edukasi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja berisiko terhadap pencegahan hipertensi. Setelah intervensi diberikan secara terstruktur, kelompok yang menerima video edukasi melalui WhatsApp menunjukkan peningkatan pemahaman yang lebih baik mengenai faktor risiko hipertensi, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan pentingnya pencegahan sejak dini dibandingkan kelompok kontrol yang hanya menerima informasi konvensional. Selain itu, perubahan sikap yang lebih positif juga terlihat pada kesiapan remaja untuk menerapkan perilaku hidup sehat sebagai bentuk pencegahan hipertensi. Temuan ini menegaskan bahwa WhatsApp tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga sebagai saluran edukasi kesehatan yang adaptif, mudah diakses, dan relevan dengan karakteristik remaja. Dengan demikian, edukasi audiovisual berbasis WhatsApp layak dipertimbangkan sebagai model promosi kesehatan digital untuk memperkuat pencegahan hipertensi sejak usia muda. Intervensi ini juga memperlihatkan potensi implementasi luas di sekolah, keluarga, dan layanan kesehatan primer dengan biaya rendah.
Penelitian ini berpotensi memberikan manfaat pada aspek promotif, preventif, edukatif, sosial, dan praktis. Bagi remaja berisiko, intervensi pendidikan audiovisual berbasis WhatsApp dapat meningkatkan pemahaman tentang faktor risiko hipertensi, pola hidup sehat, pentingnya aktivitas fisik, pengurangan konsumsi garam, pengendalian berat badan, serta kesadaran untuk melakukan pencegahan sejak usia dini. Bagi keluarga, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk perilaku hidup sehat, terutama pada remaja yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Bagi sekolah dan tenaga kesehatan, media edukasi berbasis WhatsApp dapat dijadikan alternatif metode promosi kesehatan yang lebih mudah diakses, murah, fleksibel, dan sesuai dengan karakteristik remaja yang dekat dengan teknologi digital. Secara praktis, penelitian ini juga berpotensi menjadi model intervensi kesehatan berbasis media sosial yang dapat direplikasi dalam program UKS, Puskesmas, dan kegiatan promosi kesehatan masyarakat. Dalam jangka panjang, peningkatan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan hipertensi diharapkan berkontribusi pada pembentukan perilaku hidup sehat, penurunan faktor risiko penyakit tidak menular, dan penguatan upaya pencegahan hipertensi sejak dini di tingkat komunitas.