.jpg&w=1080&q=75)
Kabupaten Padang Pariaman, yang terdiri dari 40% dataran rendah dan 60% dataran tinggi, mengalami perkembangan pesat dalam budidaya tambak udang, khususnya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Udang ini populer karena memiliki produktivitas tinggi, pertumbuhan cepat, dan dapat dipelihara pada kepadatan tinggi. Namun, kelemahannya adalah rentan terhadap parasit, yang dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan kematian. Penelitian di kawasan Padang Pariaman mengidentifikasi enam spesies ektoparasit, yaitu Acineta sp., Arcella sp., Epistylis sp., Trichodina sp., Vorticella sp., dan Zoothamnium sp., serta satu spesies endoparasit, Enterocytozoon hepatopenaei (EHP). Prevalensi tertinggi ditemukan pada Zoothamnium sp. (50-69%), sedangkan pada benur udang umur 40 hari, prevalensi ektoparasit mencapai 70-89%. Organ yang paling sering diserang adalah ekor, kaki jalan, dan kaki renang. Faktor internal seperti kualitas air dan kepadatan udang memengaruhi prevalensi parasit. Selain itu, udang betina memiliki tingkat prevalensi lebih tinggi karena aktivitas makan yang intensif dan respons imun yang lebih rendah dibandingkan jantan. Kualitas air juga memengaruhi serangan parasit, di mana parameter pH, DO, BOD, COD, Amonia (NH3), dan seng (Zn) tidak memenuhi standar ideal. Manajemen yang baik diperlukan untuk mencegah infeksi parasit dan kerugian produksi.
Kebermanfaatan dari penelitian ini sangat penting untuk pengelolaan budidaya udang vaname di kawasan Padang Pariaman. Penelitian ini memberikan informasi mengenai jenis dan prevalensi parasit yang menyerang udang, serta faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi penyebaran parasit tersebut. Temuan tentang enam spesies ektoparasit dan satu spesies endoparasit, serta peran kualitas air dalam meningkatkan prevalensi parasit, dapat membantu petani tambak untuk melakukan pengelolaan yang lebih baik. Hasil pengukuran kualitas air yang menunjukkan adanya parameter seperti pH, DO, BOD, COD, Amonia (NH3), dan kadar seng (Zn) yang tidak memenuhi standar ideal menunjukkan pentingnya pengelolaan kualitas air untuk mencegah serangan penyakit parasit. Kualitas air yang buruk dapat memicu infeksi parasit, yang pada gilirannya dapat menurunkan hasil produksi udang. Oleh karena itu, manajemen yang optimal pada padat tebar benih, pemberian pakan, serta kebersihan tambak sangat diperlukan untuk menjaga kualitas air dan mencegah penyebaran parasit. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi petani untuk meningkatkan produktivitas tambak udang vaname dengan pengelolaan yang tepat.