
Penelitian ini menganalisis 62 studi yang mengevaluasi berbagai alat skrining risiko bunuh diri pada anak dan remaja. Dari hasil analisis, ASQ (Ask Suicide-Screening Questions) dan SBQ-R (Suicidal Behaviors Questionnaire-Revised) menunjukkan performa terbaik dengan AUC masing-masing sebesar 0.86–0.96 dan 0.92–0.93, menjadikannya alat yang paling andal. Sementara itu, SPS (Suicide Probability Scale) dan SRI-25 (Suicidal Risk Inventory-25) menunjukkan AUC lebih rendah, yaitu 0.63–0.66 dan 0.76–0.93, sehingga memerlukan evaluasi tambahan. Sebagian besar alat memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang mencukupi, meskipun nilainya bervariasi tergantung pada populasi dan prevalensi gangguan. Dari segi reliabilitas, CHRT-SR (Concise Health Risk Tracking Self-Report) memiliki nilai Cronbach’s alpha tertinggi, yakni 0.91–0.93, sedangkan RSQ (Risk of Suicide Questionnaire) menunjukkan nilai terendah, yaitu 0.42–0.68. Alat lain seperti SIQ-JR (Suicidal Ideation Questionnaire-Junior) memiliki reliabilitas test-retest tertinggi (0.98), diikuti SPS (0.92) dan PANSI (Positive and Negative Suicide Ideation Inventory) dengan rentang 0.69–0.82. Penelitian ini menyoroti pentingnya alat skrining yang andal seperti ASQ dan SBQ-R, sambil menggarisbawahi perlunya penelitian tambahan untuk alat lain seperti SRI-25 dan SPS guna meningkatkan validitas dan reliabilitasnya dalam menilai risiko bunuh diri pada anak dan remaja.
1. Peningkatan Identifikasi Risiko Bunuh Diri: Temuan ini membantu tenaga kesehatan memilih instrumen yang paling akurat untuk mengidentifikasi risiko bunuh diri pada anak dan remaja, sehingga memungkinkan intervensi dini. 2. Pengembangan Kebijakan: Memberikan bukti ilmiah yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan pedoman nasional atau regional untuk penanganan risiko bunuh diri pada populasi muda. 3. Peningkatan Layanan Kesehatan Mental: Memperbaiki kualitas layanan kesehatan mental dengan menyediakan alat skrining yang valid dan andal untuk populasi berisiko. 4. Penyusunan Program Pencegahan: Memfasilitasi pengembangan program pencegahan bunuh diri berbasis komunitas dengan instrumen skrining yang teruji. 5. Peningkatan Kapasitas Penelitian: Memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan akurasi dan reliabilitas alat skrining bunuh diri di berbagai konteks populasi.