
Wilayah Lambung Bukik Kota Padang merupakan wilayah relokasi bencana banjir bandang di Batu Busuk Padang pada tanggal 24 Juli 2012. Penelitian ini menganalisis potensi kelongsoran lereng di wilayah Rimbo Panjang yang mana rumah penduduknya banyak dibangun pada lereng yang terjal. Analisis geoteknik dilakukan untuk mengetahui karakteristik tanah di wilayah Rimbo Panjang yang diambil pada empat lokasi. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa tanah di wilayah Rimbo Panjang merupakan tanah lanau anorganik - plastisitas tinggi (MH). Nilai indeks plastisitas sebesar 2,5 – 10,4% yang menunjukkan bahwa tanah tersebut memiliki potensi pengembangan yang rendah. Nilai aktivitas pada tanah lanau anorganik tergolong sangat sedikit yaitu pada kisaran 0,1 – 0,99 yang merupakan nilai aktivitas mineral kaolinit dan illit. Nilai aktivitas tersebut sesuai dengan hasil uji XRD yang mana tanah tersebut mengandung mineral kaolinit dan illit dengan sifat pengembangan yang rendah. Karakteristik pengembangan yang rendah tersebut menyebabkan lereng memiliki potensi longsor yang rendah. Nilai faktor keamanan lereng berada pada kisaran 1,79 – 2,71 > 1,5 maka lereng tersebut dapat dikatakan stabil.
Manfaat penelitian ini adalah dapat memberikan Informasi tentang karakteristik tanah dan mengetahui potensi kelongsoran lereng dengan melakukan analisis stabilitas lereng serta penanganannya dengan menggunakan gabion (bronjong). Uji SEM dan XRD juga dilakukan untuk mengetahui kandungan mineral lempung dari tanah di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil analisis stabilitas dapat ditentukan metode penanganan kelongsoran yang tepat dan optimal. Hasil penelitian dapat dijadikan acuan bagi pemerintah dan masyarakat yang berada di daerah Rimbo Panjang dalam penataan wilayahnya yang permukimannya berada di sekitar lereng dengan intensitas curah hujan yang tinggi