
Galian berturap merupakan metode penggalian tanah yang dilakukan secara vertikal dengan menambahkan penyangga atau struktur penahan di sekitar tepi galian untuk menjaga stabilitas dinding galian. Walaupun galian yang dibuat bersifat sementara, sisi-sisi dari galian tersebut harus dilindungi dengan turap penyangga supaya tanahnya tidak longsor. Galian berturap sering digunakan dalam berbagai proyek konstruksi, terutama pada pembangunan bawah tanah, terowongan, jembatan, dan proyek infrastruktur lainnya yang memerlukan penggalian dalam dengan kedalaman 3 m atau lebih. Banyak insiden keruntuhan terowongan yang disebabkan oleh kegagalan sistem penyangga terjadi di berbagai negara, mengakibatkan kerugian finansial dan korban jiwa. Oleh karena itu, perencanaan sistem penyangga yang aman dan efektif sangat krusial untuk mencegah kegagalan dalam konstruksi terowongan dan proyek galian lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil turap, profil penyangga (strut), kedalaman pemancangan turap serta menganalisis deformasi dan perpindahan yang terjadi pada galian berturap yang berada pada tanah lempung kaku. Analisis deformasi, perpindahan, dan momen lentur dilakukan menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D. Berdasarkan analisis, turap jenis U tipe II dipilih untuk konstruksi galian berturap. Hasil analisis menunjukkan deformasi terbesar 0,534 meter pada tahap galian keempat, perpindahan maksimum 0,45 meter pada fase galian kedua dan pemasangan penyangga kedua, serta momen lentur maksimum 62,10 kN.m/m pada fase galian ketiga
Manfaat penelitian ini adalah dapat digunakan sebagai acuan dalam perancangan galian dalam megikuti beberapa persyaratan teknis yang ada dalam SNI 8460-20177. Penelitian ini dilakukan untuk merancang profil turap dan profil penyangga.