
Mayones adalah hasil emulsi minyak nabati dalam asam yang distabilkan oleh lesitin (kuning telur). Larutan asam cuka sebagai salah satu komponen utama dalam pembuatan mayones berfungsi sebagai medium pendispersi, menghambat kerusakan mikroorganisme, mempengaruhi tekstur termasuk daya busa. Cuka umumnya berasal dari bahan sintetis yang memiliki efek samping jika dikonsumsi dalam kadar tinggi, dan jangka waktu panjang yaitu penyakit hipokalemia (kadar kalium rendah dalam darah), hiperreninemia (tingginya konsentrasi renin dalam darah) dan osteoporosis (penurunan kepadatan tulang). Bahan pengasam alami yang berkhasiat, sebagai pengganti cuka adalah madu galo-galo spesies Tetragona apicalis dengan pH rendah 2,70, memiliki kandungan asam organik yang tinggi yaitu asam glukonat, kandungan antioksidan, antimikroba, flavonoid dan fenolik yang tinggi. Penambahan madu galo-galo yang berasal dari lebah tanpa sengat asli Sumatera Barat sebagai bahan fungsional akan menghasilkan mayones yang memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. The use of 3.5% galo-galo honey for mayonnaise is the best treatment with average values, namely: moisture content of 20.03%, viscosity of 2347 cP , emulsion stability of 100%, sensory test was rather like to aroma, texture, color, taste and overall acceptability. The addition of galo-galo honey, which comes from stingless bees native to West Sumatra as a functional ingredient, will produce mayonnaise, which has benefits for the body's health.
The addition of galo-galo honey, which comes from stingless bees native to West Sumatra as a functional ingredient, will produce mayonnaise, which has benefits for the body's health.