%20(1020%20x%20680%20piksel)%20(1020%20x%20680%20piksel)%20(3).png&w=1080&q=75)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kesiapan teknologi dan penerimaan kecerdasan buatan (AI) di kalangan pengusaha muda dengan aspirasi pertumbuhan tinggi di Indonesia, dengan fokus pada dua kelompok generasi utama, yaitu Generasi Z dan milenial. Dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan model Kesiapan Teknologi dan Penerimaan Teknologi (TRAM), penelitian ini berusaha untuk memahami bagaimana kesiapan teknologi dan penerimaan terhadap teknologi baru, seperti AI, dapat mempengaruhi adopsi teknologi oleh pengusaha muda. Penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan teknologi adalah faktor kunci yang menentukan niat untuk mengadopsi teknologi baru. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa baik Generasi Z maupun milenial memiliki pola perilaku yang serupa dalam merespons teknologi AI, meskipun terdapat perbedaan dalam tingkat adaptasi. Generasi Z cenderung lebih cepat beradaptasi dengan teknologi baru dan lebih terbuka terhadap inovasi, sementara milenial lebih berhati-hati dan cenderung mengutamakan teknologi yang sudah familiar. Salah satu temuan utama adalah bahwa perceived usefulness (manfaat yang dirasakan) terbukti menjadi faktor yang paling mempengaruhi niat untuk mengadopsi teknologi, bahkan lebih penting dibandingkan dengan perceived ease of use (kemudahan penggunaan). Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pengusaha muda sebagai agen perubahan mendorong inovasi teknologi di pasar berkembang.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami adopsi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), di kalangan pengusaha muda di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa generasi muda, terutama milenial dan Generasi Z, memiliki kesiapan dan minat tinggi dalam mengadopsi teknologi baru untuk mendorong pertumbuhan bisnis mereka. Hal ini memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan untuk merancang kebijakan yang mendukung kewirausahaan berbasis teknologi. Selain itu, penelitian ini memberikan panduan bagi pengusaha muda untuk memilih teknologi yang efektif, serta memperkaya literatur mengenai hubungan antara generasi, kesiapan teknologi, dan penerimaan teknologi dalam konteks pasar berkembang.