Hasil penelitian tentang fermentasi BISF dengan Bacillus amyloliquefaciens didapatkan protein kasar 29,70%, retensi nitrogen 60,01%, serat kasar 11,07%, kecernaan serat kasar 57,97%, energi metabolisme 2951,52 Kkal/kg. Produk bungkil inti sawit fermentasi memiliki kandungan dan kualitas protein tinggi (retensi nitrogen), kecernaan serat kasar tinggi serta menurunkan serat kasar, sehingga diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan pakan alternatif broiler berkualitas tinggi. Tujuan: Mempelajari pengaruh dan mendapatkan level pemberian optimal dari produk fermentasi BISF dalam ransum terhadap kolesterol dan karkas broiler. Metode: Rancangan percobaan yang digunakan yaitu RAL dengan 5 perlakuan yaitu ransum dengan level pemberian BISF berbeda : 0%, 20%, 25%, 30%, 35% BISF dengan 4 kali ulangan. Peubah yang diamati : kolesterol darah, daging, hati, bobot hidup, persentase karkas, dan persentase lemak abdomen broiler. Hasil: Penggunaan produk fermentasi bungkil inti sawit berpengaruh nyata (P< 0.05) terhadap kolesterol darah, daging, hati, bobot hidup, persentase karkas, dan persentase lemak abdomen broiler. Kesimpulan: Penggunaan produk fermentasi sampai level 30% berpengaruh baik terhadap performa karkas broiler dengan pengurangan bungkil kedelai 74,36% dan pengurangan jagung 25,45% dan penggunaan sampai 35% dapat menurunkan kolesterol daging broiler.
Produk fermentasi bungkil inti sawit dapat dijadikan pakan alternatif sampai 30% yang mengurangi penggunaan pakan konvensional yang mahal yaitu mengurangi jagung sebesar 25,75% dan mengurangi penggunaan bungkil kedelai sebesar 74,36% % dam masih berpengaruh baik terhadap karkas broiler dan penggunaan sampai 35% dapat menurunkan kolesterol daging paha broiler.