
Pemanfaatan radiasi di bidang kesehatan secara umum dapat dibagi menjadi tiga yaitu Kedokteran Nuklir, Radioterapi dan Radiodiagnostik. Radiodiagnostik digunakan sebagai penunjang diagnostik penyakit oleh dokter yang pada saat ini penggunaannya sangat pesat sekali. Penelitian ini menyelidiki laju dosis radiasi pada ruangan radiologi diagnostik RSUD Pariaman menggunakan surveymeter PDR 303. Penelitain ini dilakukan diruangan CT–Scan, sinar–X konvensional dan mammografi, yang mana pada masing-masing ruangan dilakukan pengukuran dengan enam titik pengukuran yang berbeda. Laju dosis radiasi pada masing – masing ruangan yaitu ruangan CT-Scan didapatkan laju dosis sebesar (0,24 - 1,61) μSv/jam, ruangan sinar-X konvensional dengan penyinaran menggunakan faktor eksposi 32 kV dan 4 mAs didapatkan laju dosis radiasi di sekitar ruangan berkisaran antara (0,013 - 0,33) μSv/jam dan dengan faktor eksposi 85 kV dan 32 mAs didapatkan laju dosis di sekitar ruangan sebesar (0,33 - 1,08) μSv/jam dan ruangan mamografi didapatkan laju dosis radiasi sebesar (0,03 - 0,40) μSv/jam. Pada penelitian ini ditemukan beberapa titik yang melampaui nilai batas dosis yang ditentukan, sehingga perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut terhadap ruangan-ruangan tersebut.
Potensi manfaat laju dosis radiasi ini yaitu Untuk memastikan proteksi radiasi yang digunakan sudah memadai sehingga tidak ada dosis hambur yang besar di sekitar ruangan radiologi dan mengindentifikasi dosis radiasi yang diterima oleh pekerja, pasien, dan masyarakat agar dosis yang diterima tidak melampaui batas dosis yang telah ditentukan oleh BAPETEN.