
Teh herbal daun gambir merupakan produk inovatif berbasis gambir yang dapat meningkatkan nilai tambah dan berpotensi untuk ekspor. Mengingat potensinya, pengontrolan mutu teh herbal daun gambir penting untuk dilakukan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa waktu pengeringan mempengaruhi mutu teh herbal daun gambir yang dihasilkan. Semakin lama waktu pengeringan, maka kadar air, kadar abu dan kandungan antioksidan semakin menurun, namun kandungan tanin semakin meningkat. Selanjutnya, penelitian ini telah berhasil mengembangkan model kalibrasi NIR untuk memprediksi mutu teh herbal daun gambir dengan menggunakan metode PLS. Model kalibrasi NIR untuk memprediksi kadar air pada teh herbal daun gambir diperoleh tanpa perlu pretreatment. Model ini menunjukkan performan model yang baik dengan parameter statistik Rc^2 0.97, SEC 0.36, SEP 0.43, dan RPD 4.38. Sementara itu, model kalibrasi NIR untuk memprediksi kandungan tanin pada teh herbal daun gambir diperoleh dengan menggunakan pretreatment kombinasi Derivative Gap Segment + SNV. Model ini juga memiliki performan model yang baik dengan parameter statistik Rc^2 0.94, SEC 0.57, SEP 0.60, CV 0.12 dan RPD 3.60. Namun, penelitian ini belum berhasil memperoleh performa model yang baik untuk memprediksi kandungan abu dan kandungan antioksidan, sehingga ada peluang untuk melanjutkan penelitian agar memperoleh model kalibrasi NIR yang lebih andal.
Penggunaan model kalibrasi NIR memungkinkan penilaian mutu teh herbal daun gambir dilakukan dengan cepat, non-destruktif, dan akurat. Kemanfaatn hasil penelitian ini dapat bagi industri pengolahan teh herbal. Produsen dapat memonitor mutu produk secara real-time tanpa perlu melakukan analisis laboratorium yang memakan waktu dan biaya. Disamping itu, kemanfaatan lainnya adalah standarisasi produk. Mutu teh herbal dapat distandarisasi dengan lebih konsisten berdasarkan kadar air dan kandungan tanin, dua parameter penting yang memengaruhi kualitas produk.