
UH merupakan pakan sumber protein hewani alternatif dengan protein kasar (PK) 40-50% dapat dijadikan pakan untuk unggas, burung dan reptil. Budidaya UH mudah, siklus hidup pendek, pangsa pasar banyak sehingga memberikan peluang bisnis yang menjanjikan. Peternak Budidaya UH biasanya menggunakan media biakan berupa Ransum Komersial (RK) dengan PK 22% tetapi kendala harga mahal. Urgensi: substitusi konsentrat yang berharga mahal dengan limbah yang murah yaitu ampas tahu (AT) dengan PK 25-28% sehingga biaya budidaya Ulat Hongkong rendah. Tujuan: mempelajari pengaruh komposisi media biakan K dan AT yang cocok terhadap kandungan dan kualitas nutrisi UH. Metode: Rancangan digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan :A= 100% RK, B = 50% RK + 50% AT, dan C= 100%. Peubah: Kandungan Kitin, Protein Kasar, Lemak, Retensi Nitrogen, dan Kecernaan Lemak. Hasil: Perbedaan komposisi media biakan berpengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap kandungan PK, SK, Lemak, kitin, RN, kecernaan lemak Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini media biakan ampas tahu dengan protein kasar 28,36% dapat digunakan untuk media pertumbuhan Ulat Hongkong.
Media biakan ampas tahu dengan protein kasar 28,36% dapat digunakan untuk media pertumbuhan Ulat Hongkong yang berharga murah yang dapat menggantikan media biakan konsentrat yang berharga mahal.