
Aktifitas letusan gunungapi Marapi memberikan dampak positif dan negatif bagi lingkungan sekitarnya. Dampak negatif dan kerugian langsung saat terjadi letusan seperti aliran lava, awan panas, jatuhan piroklastik, aliran lahar letusan dan keluarnya gas beracun, sedangkan bahaya tidak langsung terjadi setelah letusan seperti aliran lahar dingin setelah hujan yang terjadi pada tanggal 11 Mei 2024 yang menyebabkan rusaknya bangunan infrastruktur jalan, jembatan, permukiman dan menyebabkan korban jiwa. Aliran lahar dingin yang cepat dan deras akibat curah hujan yang deras dapat menimbulkan risiko tinggi bagi keselamatan penduduk yang tinggal di daerah aliran sungainya dan resiko rusaknya sarana umum termasuk infrastruktur irigasi dan jembatan. Metode penelitian melibatkan penggunaan data sekunder dan primer dari wawancara dan observasi langsung kondisi sungai dan lingkungan. Teknik pemodelan digunakan untuk mendapatkan model mitigasi yang paling cocok dalam pengendalian banjir bandang pasca erupsi Gunung Marapi. Upaya struktural meliputi pembangunan bangunan pengendali sedimen (sabo) untuk mengurangi produksi dan aliran sedimen, meningkatkan stabilitas regional, dan mengurangi risiko kerusakan serta mengintegrasikan dengan bangunan intake irigasi. Penanggulangan non-struktural mencakup monitoring, sistem peringatan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan konsultasi publik. Keberhasilan mitigasi ini akan membentuk landasan kuat bagi masyarakat untuk hidup berdampingan dengan ancaman Gunung Marapi, meningkatkan keamanan dan stabilitas wilayah secara keseluruhan.
Penelitian sebelumnya menunjukkan berbagai metode mitigasi dan teknik rekayasa yang digunakan untuk mengurangi risiko bencana banjir lahar dingin dengan pembangunan sabo-dam yang dapat menahan material erupsi dan mengurangi aliran lahar. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami efektivitas dari berbagai teknik ini dalam mengatasi lahar dingin dari erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat. Bagaimana kombinasi dari beberapa teknik rekayasa dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien seperti menggabungkan sabo-dam dan intake irigasi serta bagaimana melibatkan masyarakat dalam proses mitigasi bencana. Studi ini menawarkan pendekatan komprehensif dalam pengendalian banjir lahar dingin dan banjir bandang akibat erupsi gunungapi Marapi dengan melakukan rekayasa teknik sungai dan irigasi serta non teknik untuk memitigasi struktural kawasan permukiman dan infrastruktur disekitar aliran sungai. Penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai teknik mitigasi ini sangat diperlukan untuk memberikan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman bencana alam yang serupa di masa depan.