
Penelitian ini mengkaji penerapan dan potensi kewirausahaan budaya pada masyarakat nelayan, yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam mengatasi tantangan sosial-ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan pengetahuan lokal dan keterampilan tradisional. Tujuan khusus riset ini adalah: Mengungkapkan pentingnya budaya wirausaha dalam masyarakat dan ketersediaan asset sosial-budaya untuk modal pembangunan desa wilayah pesisir pantai di Indonesia di Provinsi Sumatera Barat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, melakukan studi wawancara, diskusi kelompok terfokus, dan observasi terbatas untuk menilai dampak praktik kewirausahaan budaya di kalangan nelayan. Pengumpulan data berfokus pada kegiatan kewirausahaan, pemanfaatan sumber daya, dan hasil ekonomi. Temuan mengungkapkan bahwa nelayan berhasil memanfaatkan sumber daya lokal untuk menghasilkan nilai tambah, menghasilkan peningkatan ekonomi rumah tangga. Namun, beberapa tantangan diidentifikasi, antara lain terbatasnya akses pasar dan kapasitas kewirausahaan yang tidak memadai, yang saat ini menghambat terwujudnya potensi kewirausahaan budaya di masyarakat nelayan. Kewirausahaan budaya menunjukkan janji sebagai alat untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan di komunitas nelayan, tetapi membutuhkan intervensi kebijakan yang ditargetkan dan mekanisme dukungan yang berfokus pada pengembangan hubungan pasar dan keterampilan kewirausahaan untuk memastikan manfaat sosial-ekonomi jangka panjang.
Hasil riset ini dipergunakan untuk pengembangan ilmu antropologi maritim, khususnya pembuktian pengembangan konsep budaya wirausaha dan modal sosial-budaya dalam pembangunan masyarakat pesisir pantai. Analisis diarahkan untuk dapat menghasilkan alternatif paradigma menggerakkan masyarakat di tingkat lokal melalui upaya-upaya yang bersifat partisipatif dalam bentuk model. Hasil riset ini berupa model alternatif tentang pembangunan desa di wilayah pesisir pantai khususnya pada masyarakat nelayan yang disumbangkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat