
Penyakit non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau penyakit perlemakan hati adalah salah satu penyakit metabolik dengan prevalensi tinggi secara global, termasuk di Indonesia. Penggunaan obat-obat kimiawi sintetik untuk penyakit tersebut terindikasi menimbulkan berbagai macam efek samping berbahaya disamping berbiaya mahal. Karenanya, upaya eksplorasi bahan-bahan alami dari tanaman lokal sebagai kandidat obat alternatif yang efektif, aman dan terjangkau untuk mengatasi penyakit NAFLD adalah hal yang urgen untuk dilakukan. Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak rimpang C. sumatrana pada dosis tinggi (200 dan 400 mg/kg bb) efektif dalam mengobati penyakit NAFLD pada mencit putih sebagai hewan model yang diindikasikan dengan penurunan signifikan dari steatosis hati, perbaikan histopatologi vena sentralis hati, dan juga penurunan drastis sel-sel yang berdegenerasi akibat NAFLD. Selanjutnya, C. sumatrana juga efektif dalam menekan peningkatan akumulasi malondialdehye (MDA) sebagai indikator radikal bebas di hati akibat NAFLD, dan menurunkan kadar enzim serum glutamate pyruvate aminotransferase (SGPT) sebagai marker degenerasi jaringan hati. Hasil pemeriksaan fitokimia juga membuktikan adanya beberapa senyawa bioaktif dalam ekstrak yang berperan sebagai antioksidan dan antiinflamasi.
Memberikan bukti saintifik perihal pemanfaatan rimpang kunyit sumatra sebagai material obat alami untuk penyakit metabolik. Hal ini dapat dikembangkan menjadi obat komersil terstandar pada skala industri farmasi