.jpg&w=1080&q=75)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan suplemen berbasis kombinasi ekstrak daun gambir dan rumput laut berpotensi besar meningkatkan efisiensi fermentasi rumen serta menurunkan emisi metana ternak ruminansia. Gambir dari berbagai daerah mengandung katekin 30–71%, tanin 30–72%, dan saponin 0,8–1,4%, dengan kadar tertinggi pada gambir Pakpak dan Talang Maur. Uji in vitro menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak gambir hingga dosis 2% bahan kering ransum secara nyata meningkatkan kecernaan bahan kering, bahan organik, protein kasar, serat, dan lemak. Dosis 2% menghasilkan penurunan gas metana hingga 30–40% tanpa mengganggu pH rumen (6,8–7,0), dengan peningkatan VFA, sintesis protein mikroba, dan biomassa mikroba yang menandakan fermentasi lebih efisien. Peningkatan kecernaan ADF, NDF, dan selulosa menunjukkan peran tanin dan katekin dalam memperbaiki fermentasi serat dan menekan protozoa serta metanogen. Kombinasi rumput laut (sumber bromoform) dan gambir (sumber katekin dan tanin) terbukti efektif sebagai pakan suplemen mitigasi iklim yang mampu meningkatkan efisiensi energi pakan, menyeimbangkan mikroba rumen, serta meningkatkan adaptasi ternak terhadap cekaman panas. Formulasi terbaik diperoleh pada gambir Pakpak atau Talang Maur dengan dosis 2%.
Penelitian ini berpotensi besar menjadi model pengembangan pakan fungsional adaptif dan rendah emisi untuk ternak ruminansia di era perubahan iklim, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam riset green livestock innovation berbasis keanekaragaman hayati lokal.