
Penelitian sebelumnya sudah mengembangkan teknik trasnformasi carotenoid menjadi ß-ionone dari wortel dan ubi jalar merah melalui degradasi thermal. Proses degradasi telah dapat merubah carotenoid sebanyak 95 % menjadi ß-ionone dan Dhyroactinidiolide (dhA). Adanya panas dapat membuat dhA terbentuk akibat proses degradasi lanjutan dari ß-ionone. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya supaya proses degradasi carotenoid menjadi ß-ionone tidak berlanjut menjadi dHA. Pada penelitian kali ini, akan dikembangkan teknik degradasi carotenoid menjadi ß-ionone tanpa adanya panas, karena dihipotesis dari penelitian sebelumnya, proses degradasi lanjutan dari ß-ionone menjadi dhA karena adanya panas. Selain itu, perlakuan asam logam dan oksigen juga akan diobservasi. Carotenoid akan diekstrak dari beberapa bahan alam seperti wortel, jagung, ubi jalar oranye dan minyak sawit kasar, kemudian, carotenoid tersebut akan di degradasi dengan penggunaan katalis asam, oksigen dan logam tanpa adanya panas. Kehadiran asam, oksigen dan panas juga akan diamati kondisi optimumnya. Proses reaksi akan dilakukan pada suhu di bawah suhu kamar seperti 10 °C, 15 °C, 20 °C dan 25 °C. Pembentukan ß-ionone dan dhA akan di deteksi secara spektrofotometri dan kromatografi (GC dan LC).
teknologi alternatif penghasi senyawa aromatik