
Air limbah pertanian mengandung sejumlah kontaminan yang jika dibuang ke badan air dapat membahayakan biota perairan. Untuk itu diperlukan teknologi tepat guna untuk menyisihkan kontaminan tersebut menggunakan bahan yang mudah didapatkan masyarakat seperti biochar tempurung kelapa dan busa poliuretan. Penelitian ini menggunakan filter dengan dua kolom rangkaian seri dengan media biochar dan busa poliuretan dengan perbandingan volume 2:1. Hasil penelitian menunjukkan, pada rangkaian seri 1, filter biochar dan busa poliuretan mampu menyisihkan amonium pada rentang 61,50 hingga 77, 64%, penyisihan fosfat pada rentang 35% hingga 74%, mikroplastik sebesar 93% dan surfaktan pada rentang 39,37% hingga 69,76%. Pada rangkaian seri 2, filter biochar dan busa poliuretan mampu menyisihkan amonium pada rentang 61,50% hingga 77%, 64%, fosfat pada rentang 49% hingga 89%, mikroplastik sebesar 79% dan surfaktan 52,78% hingga 72,33%. Terkait hasil uji toksisitas akuatik, efluen filter tidak memperlihatkan toksisitas terhadap hewan uji, dari segi gerak operkulum, pertumbuhan panjang total, perubahan perilaku dan efisiensi pakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa material kolom berupa biochar juga busa poliuretan aman untuk dipakai menyisihkan kontaminan dari air limbah. Peran biochar didukung oleh gugus fungsi, morfologi permukaan (banyak pori), sedangkan peran busa poliuretan untuk meretensi aliran. Paduan kedua material dapat mengoptimalkan penyisihan kontaminan air limbah pertanian. Penelitian lanjutan dapat dilakukan terhadap aplikasi pemakaian filter di lapangan.
Pengolahan air limbah pertanian sebelum dibuang ke badan air dan pemanfaatan lainnya seperti menjadi sumber pengairan kolam ikan