
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah naga merah sebagai bioreduktor dalam proses sintesis nanopartikel tembaga serta mempelajari performa lapisan tipis dari nanopartikel tembaga. Pembuatan sampel dilakukan menggunakan metode green synthesis dengan perbandingan volume per volume dari ekstrak daging buah naga merah dengan Cu(NO3)2.3H2O pada variasi sampel 1:1, 1:2, 1:3, 1:4 dan 1:5. Nanopartikel tembaga dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis untuk mengetahui nilai absorbansi, X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui struktur dan ukuran kristal dan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengetahui morfologi permukaan, sedangkan lapisan tipis dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil spektrofotometer UV-Vis pada nanopartikel tembaga menunjukkan puncak absorbansi pada rentang panjang gelombang 360 nm – 363 nm. XRD menunjukkan struktur kristal pada fasa copper yaitu cubic, sedangkan pada fasa copper nitrate dan copper oxide yaitu orthorhombic. Ukuran kristal terbesar terdapat pada puncak ke-2 (copper oxide) yaitu 64,1252 nm. Sedangkan, ukuran kristal terkecil terdapat pada puncak ke-3 (copper oxide) yaitu 21,6075 nm. SEM menunjukkan rata-rata ukuran nanopartikel tembaga pada variasi sampel 1:5 adalah 111,583 nm. Persentase transmitansi dari pengujian spektrofotometer UV-Vis untuk lapisan tipis berkisar dari 20% hingga 90%. Transmitansi yang dihasilkan cukup baik dan tetap stabil terhadap cahaya. Semakin besar transmitansi, maka lapisannya lebih tipis dan sebaliknya.
Potensi manfaat riset ini adalah membuat aplikasi film tipis. Film tipis bisa di manfaatkan sebagai LED dalam bidang elektronik. Selain itu, riset ini bermanfaat untuk memberikan alternatif lain dalam proses sintesis yang ramah lingkungan.