
Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan penyebaran kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia menggunakan pendekatan Robust Spatial Durbin Model (RSDM). Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang penyebarannya dapat dipengaruhi oleh interaksi spasial antar wilayah. Data penelitian mencakup variabel-variabel seperti persentase rumah tangga dengan akses sanitasi layak, jumlah kasus HIV, kepadatan penduduk, dan lag spasial dari jumlah kasus HIV, yang dianalisis menggunakan metode RSDM untuk mengatasi masalah outlier yang sering muncul dalam data spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model RSDM memberikan performa lebih baik dibandingkan Spatial Durbin Model (SDM), dengan nilai Adjusted sebesar 80,90% dan Mean Squared Error (MSE) lebih kecil, yaitu 0,0113. Faktor signifikan yang memengaruhi penyebaran TB meliputi akses sanitasi layak, jumlah kasus HIV, kepadatan penduduk, dan lag spasial dari jumlah kasus HIV. Model ini memberikan estimasi yang lebih akurat dan mampu menangkap pengaruh interaksi spasial antar wilayah. Studi ini menggarisbawahi pentingnya faktor lingkungan dan interaksi spasial dalam penyebaran TB. Penemuan ini tidak hanya memperkuat pemahaman ilmiah terkait penyebaran penyakit menular, tetapi juga memberikan landasan bagi pengambilan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih efektif. Dengan model ini, pemerintah dapat mengembangkan strategi mitigasi yang lebih terarah untuk mengurangi beban penyakit TB di Indonesia.
Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman penyebaran TB di Indonesia, memungkinkan pengembangan sistem pemantauan dan mitigasi yang lebih efektif. Selain itu, model ini dapat digunakan untuk membuat kebijakan kesehatan yang berbasis data.