
Capaian produktivitas berkaitan dengan kultur teknis yang diterapkan petani serta potensi pendapatan dan kelayakan usahataninya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kultur teknis jagung hibrida dan, (2) menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani jagung hibrida. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Pesisir Selatan sebagai salah satu produsen utama jagung hibrida di Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan 50 petani sampel, PPL, pedagang pengumpul, serta pemasok input produksi. Variabel yang diamati terkait kultur teknis, luas lahan, jumlah produksi, harga jual, biaya dibayarkan serta biaya diperhitungkan. Pengumpulan data dilakukan pada musim tanam terakhir. Data dianalisis dengan membandingkan kesesuaian kultur teknis dengan Good Agricultural Practices (GAP), analisis penerimaan, pendapatan dan analisis keuntungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kultur teknis yang dilakukan petani belum seluruhnya sesuai dengan GAP, terutama dalam aktivitas penyulaman, pembumbunan, dan pemupukan. Pendapatan yang diterima oleh petani mencapai Rp. 17.737.815,71/Ha/MT dan keuntungan sebesar Rp. 8.022.822,02/Ha/MT. Usahatani jagung hibrida memiliki nilai R/C sebesar 1.34 yang artinya layak dan menguntungkan bagi petani.
Temuan penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh penyuluh dalam mendampingi petani melakukan budidaya jagung hibrida yang sesuai dengan GAP. Dengan demikian diharapkan produksi yang optimal bisa dicapai dan memberikan keuntungan yang layak bagi petani