%20(1).png&w=1080&q=75)
Penelitian keanekaragaman bambu di Sumatra Barat melibatkan inventarisasi pada empat lokasi hingga saat ini, yakni Kabupaten Agam, Kota Padang, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Sijunjung. Sebanyak 88 koleksi spesimen herbarium bambu yang terdiri dari 5 marga dan 16 jenis berhasil diperoleh. Marga dengan jumlah jenis terbanyak adalah Bambusa (5 jenis), diikuti oleh Schizostachyum (4 jenis), Gigantochloa (3 jenis), serta Dendrocalamus dan Dinochloa (masing-masing 1 jenis). Pengamatan SEM menunjukkan struktur stomata daun yang memanjang dan dikelilingi trikoma, yang berfungsi untuk adaptasi terhadap lingkungan dan perlindungan terhadap kehilangan air. Distribusi trikoma panjang dan papila di permukaan daun memperlihatkan pola yang khas, membantu proses identifikasi spesies bambu serta analisis adaptasi lingkungan. Data morfologi ini penting dalam membedakan spesies bambu secara mikro-morfologi. Luaran penelitian mencakup dua artikel ilmiah yang telah dikirim ke jurnal internasional bereputasi, data pemanfaatan bambu, dan 88 koleksi spesimen herbarium. Tahapan penelitian berikutnya meliputi pengamatan detail morfologi daun, interpretasi data hasil pemindaian SEM, serta eksplorasi ke Pulau Mentawai. Hambatan utama yang dihadapi adalah cuaca dengan curah hujan tinggi yang memperlambat akses lokasi serta persiapan sampel SEM yang membutuhkan waktu dan keahlian. Namun, penelitian tetap berjalan sesuai rencana dengan hasil yang signifikan dalam mendokumentasikan keanekaragaman dan karakteristik mikro-morfologi bambu Sumatra Barat
Mengkompilasi jenis dan analisis mikro-morfologi daun bambu di Sumatra Barat