
Penyakit bakanae yang disebabkan oleh jamur patogen Fusarium fujikuroi merupakan salah satu penyakit utama tanaman padi. Salah satu pengendalian alternatif penyakit bakanae adalah menggunakan rizobakteri yang berperan sebagai agens biokontrol, biostimulan dan biofertilizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh rizobakteri sebagai agens pengendali hayati (APH) potensial untuk menekan jamur Fusarium fujikuroi, mengetahui karakteristik rizobakteri sebagai APH, biostimulan serta identitasnya berdasarkan gen 16S rRNA. Metode penelitian ini adalah 1) Eksplorasi rizobakteri dari tanah rizosfir padi di Kota Padang, 2) Karakterisasi rizobakteri sebagai APH: uji antagonis (in vitro), senyawa volatile, produksi enzim (protease, amilase dan kitinase) siderofor, senyawa asam sianida (HCN), 3) Karakterisasi rizobakteri sebagai biostimulan: penambat nitrogen, pelarut fosfatdan produksi Indole Acetid Acid (IAA). Hasil penelitian didapatkan 62 isolat rizobakteri sebanyak 32 isolat. Rizobakteri berpotensi menekan pertumbuhan jamur Fusarium fujikuroi dengan persentase daya hambat 19,43-73,53%. Sebanyak 5 isolat rizobakteri memiliki daya hambat tertinggi yaitu isolat Kr 2.2, PA 1.2, PA 2.1, KG 2.2 dan Ps 1.1. Isolat tersebut memiliki enzim protease, amilase dan kitinase, siderofor, dan HCN. Beberapa isolat rizobakteri juga mampu menambat nitrogen, melarutkan fosfat dengan indeks pelarut fosfat dan menghasilkan IAA.
Informasi potensi rizobakteri mengendalikan penyakit bakanae dan meningkatkan pertumbuhan tanaman padi masih terbatas, sehingga diperlukan upaya eksplorasi, karakterisasi dan identifikasi rizobakteri yang berpotensi sebagai APH penyakit bakanae. Pemanfaatan rizobakteri sebagai APH merupakan alternatif pengendalian penyakit bakanae yang menjanjikan karena rizobakteri mudah diperoleh dan bersifat aman bagi lingkungan