
Analisis ini mengungkapkan adanya tujuh haplotipe berbeda dalam populasi Uncaria gambir, yang menunjukkan tingkat keragaman haplotipe moderat atau sedang dan variasi genetik yang signifikan di antara jenis-jenis tersebut. Padang Galundi memiliki nilai haplotype diversity atau Hd tertinggi, sedangkan Simpang Kapuak memiliki Hd terendah. Jarak genetik antar haplotipe relatif kecil, ini menunjukkan hubungan kekerabatan yang erat di antara populasi yang dianalisis. Hal ini mengindikasikan bahwa populasi yang dianalisis berasal dari keturunan evolusioner yang relatif dekat, dengan sedikit perbedaan genetik terdeteksi di antar haplotipe. Jarak genetik yang rendah ini juga mencerminkan tingkat divergensi minimal dalam populasi Uncaria gambir yang dianalisis. Meskipun terdapat kesulitan dalam membedakan jenis-jenis ini secara morfologi, data molekuler berhasil mengidentifikasi variasi sekuens unik, yang memberikan bukti kuat tentang adanya keragaman genetik dalam spesies ini. Temuan ini menyoroti pentingnya teknik molekuler dalam mengatasi tantangan taksonomi serta meningkatkan pemahaman terhadap variasi genetik U. gambir. Hal ini membuka peluang lebih lanjut untuk konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik spesies tersebut.
Memberikan informasi mengenai identitas genetik masing-masing tipe tanaman Uncaria gambir (gambir) yang dapat dijadikan sebagai landasan untuk mendeteksi varian unggul tanaman gambir serta landasan dalam pengecekan adultrasi pada produk gambir.