
Menurut data International Coffe Organitation (ICO) tahun 2020 Indonesia adalah penghasil kopi urutan keempat didunia. Biji kopi yang telah diolah menjadi bubuk kopi kayaakan antioksidan, yang berguna untuk kesehatan tubuh. Pengolahan bubuk kopi yang tepat akan menentukan kualitas dari bubuk kopi.. Kualitas bubuk kopi yang bagus, salah satunya dengan mengkaji kadar karbon dioksida (CO2) dan perhitungan kadar kafein yang terukur. Pada proses sangrai kopi terjadi pembentukan gas di dalam (anatomi) biji kopi. Kopi yang benar- benar baru disangrai akan terasa tidak enak, karena kandungan karbon dioksida yang cenderung masih utuh di dalamnya dan tidak bagus untuk kesehatan. Batas maksimum kafein dalam makanan dan minuman menurut SNI 01-7152 adalah 150 mg/hari dan 50 mg/sajian, karena kadar kafein yang terlalu tinggi dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan meanalis sistem kerja JST pada identifikasi kadar CO2 dan perhitungan kadar kafein menggunakan Jaringan Saraf Tiruan (JST). Untuk mendapatkan kualitas kadar yang baik dari tiga jenis kopi yaitu liberika, arabika dan robusta berdasarkan aroma kopi menggunakan E-Nose jenis TGS dan sensor jenis TCS34725 dengan metode JST propagasi balik. Hasil pengujian ditampilkn secara langsung disesuaikan dengan hasil blending kopiberdasarkan standar SNI01-2983- 1992 dan dilakukan pengujian Lab untuk validasi.
Untuk Industri makanan, Obat-obatan,, dan kosmetik