
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tiga sistem pengelolaan paddock terhadap status nitrogen dan mineral tanah, keanekaragaman tanaman, serta produksi biomassa, sekaligus mengevaluasi dampak nutrisi dari profil makro mineral hijauan dominan terhadap sapi yang merumput. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3x4 dengan tiga jenis paddock berdasarkan kondisi naungan dan frekuensi pemotongan: P1 (tidak dinaungi, jarang dipotong), P2 (tidak dinaungi, dipotong rutin), dan P3 (dinaungi, tidak dipotong). Masing-masing paddock terdiri dari empat plot berdasarkan kerapatan tanaman. Sampel tanah dan tanaman diambil pada 17 titik per plot, dengan parameter meliputi komposisi botani, jenis dominan, bahan kering, dan kandungan mineral Ca, Na, P, S, Mg, dan K. Padang penggembalaan terdiri atas ±110 spesies tanaman lokal, didominasi oleh Imperata cylindrica, Axonopus compressus, dan Mimosa pudica. Produksi biomassa berkisar 110–135 kg/ha/hari dengan daya dukung 2,5–3,0 UT/ha. Frekuensi pemotongan dan naungan memengaruhi keanekaragaman tanaman, produktivitas, dan kandungan hara tanah. Spesies dominan memiliki kandungan Mg, K, dan S yang memadai, namun rendah P, Na, dan Ca. Kondisi ini berpotensi membatasi produktivitas sapi yang merumput di lahan tersebut.
Penelitian ini berpotensi memberikan manfaat besar dalam pengelolaan padang penggembalaan berkelanjutan di lahan Kampus Universitas Andalas Kampus II Payakumbuh, khususnya dalam meningkatkan kualitas hijauan dan kesehatan tanah. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar dalam perbaikan sistem pemotongan dan penanaman hijauan, serta penyusunan strategi suplementasi mineral bagi ternak sapi. Dengan mengetahui kekurangan unsur hara tertentu, peternak dapat mengantisipasi risiko defisiensi mineral yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan ternak. Penelitian ini juga memberikan informasi penting untuk konservasi keanekaragaman tanaman lokal serta pemanfaatan padang alami secara optimal di lingkungan kampus dan sekitarnya.