
Piperin adalah metabolit sekunder golongan alkaloid yang ditemukan pada spesies Piper nigrum dan piperi retrofractum, dan menunjukan berbagai aktivitas farmakologi, termasuk sifat antiinflamasi, antioksidan, dan peningkatan bioavailabilitas obat lain. Namun, piperin memiliki kelarutan dalam air yang rendah, sehingga dapat membatasi efektivitas terapeutiknya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan piperin melalui pembentukan multikomponen kristal dengan menggunakan asam sinamat sebagai koformer. Perbandingan mol yang digunakan adalah 5,5:4,5 dengan metode Liquid Assisted Grinding (LAG) Karakterisasi multikomponen kristal menggunakan difraksi sinar-X (XRD), differential scanning calorimetry (DSC), spektroskopi Fourier Transform Infrared (FT-IR), dan scanning electron microscopy (SEM). Uji kelarutan dilakukan dalam air suling bebas CO2 menggunakan sonikator selama 30 menit. Hasil uji kelarutan dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja Tinggi (KCKT) dengan fase diam oktadesilsilan (C18) dan fase gerak asetotinitril dan aquabidest (0,5% asam asetat glasial) perbandingan 8:2. Hasil karakterisasi DSC menunjukkan adanya puncak endotermik pada suhu 79,91°C. Analisis XRD tidak menunjukkan puncak baru, yang menunjukkan bahwa struktur kristal piperin tidak mengalami perubahan signifikan. Spektrum FT-IR menunjukkan serapan pada bilangan gelombang yang mendekati bilangan gelombang komponen penyusun murninya. Analisis mikroskopik SEM mengungkapkan terbentuknya habit kristal baru, yang menunjukkan perubahan morfologi kristal piperin. Uji kelarutan menunjukkan peningkatan kelarutan sebesar 1,785 kali lipat dibandingkan dengan piperin murni.
Piperin siap dikembangkan menjadi sediaan farmasi maupun nutraseutikal.