
Industri kelapa sawit memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun proses produksinya mengandung potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja yang tinggi. PT XYZ unit Palm Oil Mill (POM) mencatat 15 kasus kecelakaan kerja pada tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya K3 dan menilai risiko pada setiap tahapan proses produksi CPO di PT XYZ unit POM menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC). Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan seluruh populasi pekerja di PT XYZ unit POM. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan. Analisis data meliputi analisis deskriptif dan penilaian risiko dengan metode HIRARC. Terdapat perbedaan tingkat risiko yang signifikan antar unit. Loading Ramp memiliki risiko tertinggi (kategori High Risk) karena padatnya aktivitas, pekerjaan di ketinggian, dan pergerakan alat berat. Unit Sortasi, Sterilizer, Thresher dan Digester, Press, Klarifikasi, dan Kernel memiliki risiko sedang (kategori Medium Risk), sedangkan Weighbridge memiliki risiko terendah (kategori Low Risk). Faktor manusia menjadi penyebab dominan kecelakaan kerja. Metode HIRARC efektif dalam mengidentifikasi potensi bahaya dan menilai risiko K3.
Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan kelapa sawit lain dalam menerapkan HIRARC dan meningkatkan K3